Selasa, 24 September 2024

Cara Membuat Database Sederhana

 Membuat Database Sederhana


Pertama siapkan terlebih dahulu perangkatnya, download XAMPP di https://sourceforge.net/projects/xampp/ atau di link yang lain, kemudian install software tersebut,Pertama siapkan terlebih dahulu perangkatnya, download XAMPP di https://sourceforge.net/projects/xampp/ atau di link yang lain, kemudian install software tersebut,Pertama siapkan terlebih dahulu perangkatnya, download XAMPP di https://sourceforge.net/projects/xampp/ atau di link yang lain, kemudian install software tersebut,



klik “Start” pada menu Action untuk Module “Apache” dan “MySQL” sehingga terlihat kedua module tersebut berubah warna menjadi hijau dan pada jendela log dibawahnya terlihat program sedang berjalan, dan biarkan ini terus berjalan sampai pembuatan web database kita selesai.

Kemudian bukalah File browser (chrome atau IE) kemudian ketikkan “http://localhost/phpmyadmin”




kemudian klik “New” pada menu sebelah kiri, munculah “Create Database”, masukkan nama database yang akan dibuat, disini saya membuat nama “tblibrary” kemudian biarkan isian disampingnya “Collation” dan klik “Create” setelah itu muncul gambar seperti berikut,



jumlah kolom dalam contoh ini dibuat 3 kemudian klik “Go”, kemudian buatlah field seperti gambar berikut, hanya pada kolom “id” kemudian di centang pada “A_I” atau disebut Auto Increment, nomor akan bertambah jika terdapat record baru, ketika di klik “A_I” ini akan muncul jendela kecil menanyakan tentang “Primary” key, klik OK saja.

kemudian klik “Save” dan setelah itu terlihat secara keseluruhan tabel perpustakaan yang telah kita susun, untuk mencoba mengisinya, maka pada menu klik lah “Insert”,



kemudian klik “Go” dan lihatlah hasilnya dengan klik pada menu “Browse”. Sampai tahap ini berarti database perpustakaan sudah siap.

Tahap koneksi PHP-MySQL

Bukalah Notepad, dan copy paste kode berikut

<?php
$kon = mysqli_connect('localhost','root','');
$link = mysqli_select_db($kon,"tblibrary") or die(mysqli_error());
?>

setelah itu carilah folder “xampp”, kemudian cari folder “htdocs” setelah itu buatlah folder baru dengan nama “koleksiku”, sehingga (dalam laptop saya) terbentuk seperti ini “d:/xampp/htdocs/koleksiku”











simpanlah kode diatas dengan nama “db_connect.php” (simpan dalam php bukan dalam txt)









kemudian buka kembali Notepad dan copylah kode berikut,


<?php
include "db_connect.php";
$query=mysqli_query ($kon, "SELECT * FROM tblibrary")or die (mysqli_error());
$jumlah = mysqli_num_rows($query);
echo "<html>";
echo "<head>";
echo "<link href='style.css' type='text/css' rel='stylesheet'>";
echo "</head>";
echo "<title>Perpustakaan Kecil</title>";
echo "<body>";
echo "<font color='darkmagenta' face='Arial' size=3><b><br>Koleksi Bukuku</b></font><br><br>";
echo "<a href='add.php' style=\"text-decoration: none\"><font face='tahoma' size='1'>Masukkan buku baru</font></a><br>";
echo "<br><table border=\"0\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\" bordercolor=\"blue\" bgcolor=\"white\">
<tr bgcolor='blue' height=\"30\"><font color='white'>
<th align='center'><font color='white' face='Arial' size=2>No</font></th>
<th align='center'><font color='white' face='Arial' size=2>Judul</font></th>
<th align='center'><font color='white' face='Arial' size=2>Penulis</font></th>
<th align='center'><font color='yellow' face='Arial' size=2>Ubah?</font></th>
</tr>";
$j=0;
while ($row=mysqli_fetch_array($query)) {
echo "<tr><td align='left' bgcolor='#657FFF'>";
echo "<font face='Arial' size=1>";
echo $j+1;
echo"</font>";
echo"</td>";
echo "<td align='left' bgcolor='#E8D3DF'>";
echo "<font face='Arial' size=1>";
echo $row["judul"];
echo"</font>";
echo"</td>";
echo "<td align='left' bgcolor='#E8D3DF'>";
echo "<font face='Arial' size=1>";
echo $row["penulis"];
echo"</font>";
echo"</td>";
echo"<td align='left' bgcolor='#E8D3DF'>";
echo "<a href='delete.php?id=".$row['id']."' style=\"text-decoration: none\" title=\"Hapus\"><font face='tahoma' size='1'>Hapus</font></a>
<a href='edit.php?id=".$row['id']."' style=\"text-decoration: none\" title=\"Edit\"><font face='tahoma' size='1'>Edit</font></a>"; $j++; }
echo"</table>";
echo "</body>";
echo "</html>";
?>

simpan kode diatas dengan nama “index.php” dalam folder d:/xampp/htdocs/koleksiku


kemudian bukalah file browser seperti chrome dan ketikkan “http://localhost/koleksiku” maka jadilah halaman website anda dengan database awal.

kemudian kembali copy lah kode berikut

body,html {
margin: 0 5px;
font-family: Verdana,sans-serif;
font-size:12px
}
h1 {
font-size:1.4em;
color: #008000;
}
a {
color: #008000;
}
th { text-align: left;
}
td, th {
padding-right: 5px;
}
form dt {
width: 100px;
display: block;
float: left;
clear: left;
}
form dd {
margin-left: 0;
float: left;
}
form #submitbutton {
margin-left: 100px;
}

simpanlah dengan nama “style.css” di direktori d:/xampp/htdocs/koleksiku.


kemudian copy kembali perintah berikut,


<html>
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">
<title>Tambah buku baru</title>
<link href="style.css" type="text/css" rel="stylesheet">
</head>
<body>
<form action="insert_koleksi.php" method="POST">
<font face="Tahoma" color="green" size="1"><b><br>Masukkan buku baru</b></font>
<table align="left">
<tr>
<td><font face="Tahoma" color="black" size="2">judul</font></td>
<td>:</td>
<td><input type="text" name="judul" size="30"></td>
</tr>

<tr>
<td><font face="Tahoma" color="black" size="2">penulis</font></td>
<td>:</td>
<td><input type="text" name="penulis" size="30"></td>
</tr>

<tr>
<td></td><td></td>
<td><input type="submit" value="Add">
<font face="Tahoma" color="green" size="2">
<a href="index.php" style="text-decoration:none">back</font></a>
</td>
</tr>
</table>
</form>
</body>
</html>

kemudian simpanlah dengan nama “add.php” dalam direktori d:/xampp/htdocs/koleksiku.






Kembali copy perintah berikut


<?php
include "db_connect.php";
$judul = $_POST['judul'];
$penulis = $_POST['penulis'];

$query=mysqli_query($kon, "INSERT INTO tblibrary(judul, penulis)
VALUES ('$judul', '$penulis')")or die (mysqli_error());

if($query) {
?>
<script language="JavaScript">
document.location='index.php'</script>
<?php
}
?>

kemudian simpanlah dengan nama “insert_koleksi.php” juga simpan pada direktori d:/xampp/htdocs/koleksiku


lihat kembali kode berikut, copylah


<?php
include "db_connect.php";
$id = $_GET['id'];

$query = "DELETE FROM tblibrary WHERE id = $id";
mysqli_query($kon, $query);

?>
<script language="JavaScript">
document.location='index.php'</script>
<?php
?>

kemudian simpan dengan nama “delete.php” dalam d:/xampp/htdocs/koleksiku




setelah itu copy lah kode berikut,


<?php
include "db_connect.php";
$id = $_GET['id'];

$query=mysqli_query($kon, "SELECT * FROM tblibrary WHERE id='$id'");
while ($row=mysqli_fetch_array($query)){

$judul = $row['judul'];
$penulis = $row['penulis'];

echo "<html>";
echo "<body>";
echo "<font face='tahoma' color='green' size=4><b>Perbaiki koleksi</b></font>";
echo "<table align='left'>";
echo "<form method=\"post\" action=\"update.php?id=$id\" enctype='multipart/form-data'>";
echo "<br>";
echo "<tr><td><font face='Tahoma' color='black' size=2>judul </font></td><td>:</td><td><input type='text' name='judul' value='$judul' size='30'>&nbsp;
</td></tr>";

echo "<tr><td><font face='Tahoma' color='black' size=2>penulis</font></td><td>:</td><td><input type='text' name='penulis' value='$penulis' size='30'>&nbsp;
</td></tr>";

echo "<tr><td></td><td></td><td><font size='2'><input type='submit' name='submit' value='Update'/></font></td></tr>";
echo "</table></form></body></html>";
}
?>

simpanlah dengan nama “edit.php” pada d:/xampp/htdocs/koleksiku.



berikut kode yang akan di copy lagi,


<?php
include "db_connect.php";
$id = $_GET['id'];

$judul = $_POST['judul'];
$penulis = $_POST['penulis'];

$query=mysqli_query ($kon, "UPDATE tblibrary SET judul='$judul',
penulis='$penulis' WHERE id='$id'")or die (mysqli_error());

if($query) {
?>
<script language="JavaScript">
document.location='index.php'</script>
<?php
}
?>

kemudian simpanlah dengan nama “update.php” dalam d:/xampp/htdocs/koleksiku



Berikut adalah isi file "koleksiku" :


Berikut adalah hasil jadi dari codingan diatas :




maka jadilah web database sederhana untuk koleksi buku-buku anda !



Cara Membuat Jaringan Menggunakan MikroTik

Membuat Jaringan Menggunakan MikroTik


Ketika kita bekerja sebagai IT Staff terutama IT Support, Network Engineer, IT Infrastructure, dan apapun jabatan anda. Atau ketika anda mau buat ISP atau usaha dengan jaringan. Biasa nya menggunakan alat jaringan yang bernama MikroTik. Nah pada kesempatan ini, kita akan bahas bagaimana konfigurasi dasar mikrotik dengan studi kasus nya yang banyak terjadi di lapangan.

Pada studi kasus konfigurasi dasar mikrotik kali ini, saya akan gunakan router dengan tipe RB941-2nD yang merupakan cocok untuk belajar MikroTik dengan harga yang 300ribuan. Jadi nanti dari MikroTik nya ether1 terhubung ke Router ISP apapun ISP nya. Nanti ether2 nya dihubungkan ke laptop atau PC kita.

Nah, silahkan nyalakan router anda lalu hubungkan seperti diatas. Setelah itu buka aplikasi winbox untuk konfigurasi mikrotik kita, jika belum ada bisa di download dulu ya di mikrotik.com. Sebelum nya kita udah pernah bahas terkait cara menggunakan winbox ya. Kali ini kita lanjut bahas konfigurasi dasar mikrotik nya.


1. Reset Konfigurasi Default MikroTik

Ketika kita login winbox, by default winbox ada default konfigurasi nya bawaan pabrik lah istilah mudah nya, karena kita konfigurasi dari awal atau dari 0, maka alangkah baik nya kita pilih “Remove Configuration” untuk menghapus konfigurasi pabrik nya. Jadi kita konfigurasi dasar nya mulai dari awal.


2. Ke menu System > Identity > user : Henry (bebas bisa nama siapa saja) > apply > ok




3. Ke menu IP > DHCP Client > [ + ] > Either1 > apply > ok



4. Lanjut ke menu IP > Addresses > [ + ] > Interface : Either2 > Address 192.16.31.1/24 > apply > ok





5. IP DNS > centang allow remote request > apply > ok



6. IP > Firewall > ke menu NAT > [ + ] > menu general > Chain : srcnat, out interface : either1 > menu action > action : masquerade.



7. IP > DHCP Server > DHCP Set Up > DHCP interface server : either2 > next sampai selesai.






8. Setelah selesai, reboot configuration di System > reboot > reboot configuration.



9. Jaringan telah berhasil dibuat. Langkah selanjutnya ping melalui command prompt.



Konfigurasi sudah selesai. 

Baik teman-teman, berikut tadi adalah bagaimana cara membuat jaringan sekaligus dasar konfigurasi dari MikroTik. Jika kamu tertarik dengan konten atau artikel lainnya, kamu bisa follow blogspot Henn. 













Cara Membuat Wifi dari Mikrotik | 100% Work Tanpa Ribet

Cara Membuat Hostpot di MikroTik



Hotspot adalah fitur pada Router Mikrotik yang memungkinkan pengguna untuk terhubung ke jaringan internet melalui koneksi wireless atau Ethernet dengan menggunakan username dan password. 

Fitur hotspot dapat dikonfigurasi dengan menggunakan web-based interface Router Mikrotik atau dengan menggunakan perintah-perintah di command line interface (CLI). Sobat idn dapat mengatur berbagai pengaturan seperti menentukan jumlah bandwidth yang tersedia untuk setiap pengguna, menentukan lama waktu akses internet yang tersedia, dan menentukan tarif yang harus dibayarkan oleh pengguna untuk mengakses internet.

Selain itu, fitur hotspot juga dapat dikonfigurasi untuk menyediakan akses internet yang aman dengan menggunakan enkripsi data yang kuat seperti WPA2-Enterprise atau RADIUS. Ini memungkinkan pengguna untuk terhubung ke jaringan internet dengan aman dan memastikan bahwa data yang dikirim atau diterima tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berwenang.

Kapan Harus menggunakan fitur hotspot pada mikrotik ?

Fitur hotspot pada Router Mikrotik biasanya digunakan untuk menyediakan akses internet di tempat-tempat umum seperti cafe, hotel, atau pusat perbelanjaan. Fitur ini juga berguna untuk menyediakan akses internet di tempat-tempat lain yang membutuhkan kontrol akses internet yang lebih ketat, seperti kantor atau sekolah.

Fitur hotspot juga berguna jika kamu ingin menyediakan akses internet yang aman bagi pengguna. Dengan menggunakan autentikasi RADIUS atau enkripsi data yang kuat seperti WPA2-Enterprise, Kita dapat memastikan bahwa data yang dikirim atau diterima tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berwenang.

Fitur hotspot juga berguna jika kamu ingin mengatur bandwidth yang tersedia untuk setiap pengguna atau menentukan tarif yang harus dibayarkan oleh pengguna untuk mengakses internet. Ini memungkinkan kita untuk mengelola penggunaan jaringan internet dengan lebih baik dan mengoptimalkan performa jaringan.


Apa yang harus disiapkan untuk menggunakan fitur hotspot mikrotik?

Untuk menggunakan fitur hotspot pada Mikrotik RouterOS, kita perlu mempersiapkan beberapa hal berikut:

  1. Router Mikrotik: Kita perlu memiliki router Mikrotik yang sudah terinstal sistem operasi Mikrotik RouterOS.
  2. Koneksi internet: Kita perlu memiliki koneksi internet yang akan digunakan untuk menghubungkan router Mikrotik ke jaringan luar.
  3. Jaringan WiFi: Kita perlu memiliki perangkat yang mendukung jaringan WiFi, seperti laptop, smartphone, atau tablet, yang akan digunakan untuk terhubung ke jaringan WiFi yang dibuat dengan menggunakan fitur hotspot pada Mikrotik RouterOS.
  4. Memiliki aplikasi Winbox: Untuk mengkonfigurasi mikrotik, kita harus memiliki aplikasi Winbox pada PC atau device yang akan digunakan.
  5. Konfigurasi jaringan: Kita perlu mengkonfigurasi jaringan pada router Mikrotik dengan menentukan alamat IP, subnet mask, dan gateway yang sesuai dengan koneksi internet yang tersedia.
  6. Konfigurasi hotspot: Kita perlu mengkonfigurasi fitur hotspot pada Mikrotik RouterOS dengan menentukan nama jaringan WiFi, kata sandi jaringan, dan pengaturan lainnya sesuai dengan kebutuhan.
  7. Pengguna hotspot: Kita perlu membuat pengguna hotspot yang akan digunakan untuk terhubung ke jaringan WiFi yang dibuat dengan menggunakan fitur hotspot pada Mikrotik RouterOS. Pengguna hotspot dapat dibuat dengan cara manual atau dengan menggunakan aplikasi seperti Mikhmon.

Setelah semua persiapan tersebut selesai, kita dapat menggunakan fitur hotspot pada Mikrotik RouterOS untuk membangun jaringan WiFi dengan mudah.

Sc: https://www.idn.id/cara-membuat-hostpot-di-mikrotik/

Setelah penjelasan mengenai jaringan hotspot pada mikrotik sekarang saatnya untuk melakukan konfigurasinya.

Untuk membuat Hotspot, kamu perlu membuat sebuah jaringan terlebih dahulu dengan mengkonfigurasi Mikrotik. Jika belum membuat jaringan, kalian bisa melihat artikel sebelumnya tentang Cara Membuat Jaringan Menggunakan MikroTik. Setelah itu kalian bisa membuat Hotspot dengan mengikuti langkah-langkah dibawah ini:

1. Buka Winbox pada PC atau device yang digunakan, lalu klik ke menu neighbors, klik MAC Address dan klik connect.


2. Buat Jaringan pada MikroTik seperti pada artikel sebelumnya : Cara Membuat Jaringan Menggunakan MikroTik.

3. Masuk ke menu Wireless dan cari Security Profile > Cari Menu General, lalu di kolom isi kolom nama sesuai keinginan, Contoh : Name : Henry > Kolom mode diganti ke Dynamic Keys > Centang WPA PSK dan WPA2 PSK lalu beri password. Jika sudah klik apply dan ok.

       


4. Masih di menu Wireless, Klik Wlan1 sebanyak 2x > klik enable > klik advance mode (opsional, jika ada) > konfig:

Mode: AP-Bridge

Band: 2GHz-B/G/N

Frequency: Auto

SSID: Henry

Security Profile: Default

Wireless protocol: 802.11

klik apply > ok





5. IP > Address > [+] > Interface: wlan1 > Address: 192.169.50.1/24 > Apply > OK





6. IP > Hotspot > Hotspot Setup > Interface: Wlan1 > next 3x > Select Certificate: None > Next 3x > DNS Name: henrymikrotik.net > next > user: Admin | pass: AdminGanteng

1. Hotspot > Hotspot Setup >


2. > Hotspot Setup > Interface: Wlan1 > next 3x > Select Certificate: None > Next 3x >


3. > Next 3x > DNS Name: henrymikrotik.net > Next >





4.  > next > user: Admin | pass: AdminGanteng









7. Buka menu IP>Hotspot> tab "User Profile" > [ + ]
> tab General > name: HenryClient (bisa apa saja namanya)

> shared user : 7 (bisa lebih atau kurang)

> rate Limit: 10M (bisa beragam tidak hanya 10M, bisa 20M atau 20Mk

> ok





















> klik [+] > tab General

> name: Tamu Henry (bisa apa saja namanya)

> shared user: 11

> rate limit: 10Mk/10M

> ok




















8. masih di menu Hotspot > Klik tab User > [+]
> tab General > name: Client
> user: Client> password: AdminGanteng
> profile: HenryClient> ok












> klik [+] > tab General
> name: Tamu > user: tamu > password: AdminHebat
> profile: Tamu > ok


9. coba login ke jaringan.





















Hotspot sudah berhasil dibuat, dan kalian bisa mengakses internet sepuasnya

Cara Membuat Database Gudang Menggunakan CMD (MySQL)

  Pendahuluan Pembuatan database dengan CMD biasanya digunakan oleh pengembang yang lebih nyaman dengan antarmuka baris perintah atau bekerj...